Sebagai seorang khatib sudah sepantasnya memiliki referensi-referensi software Islami untuk mendukung teksnya. Sekarang ada lagi software Al-Qur'an dalam dimensi yang berbeda. Namanya Qur'an Database 5.0.
Pada versi ini :
- Jenis font untuk teks Qur’an sudah menggunakan openquran, dan tidak lagi menggunakan jenis font Traditional Arabic. Baik dari segi rendering maupun dari tanda bacanya, sudah lebih baik tampilannya daripada versi sebelumnya. Adapun perbedaan penulisan teks Qur'an pada versi sebelumnya dengan versi terbaru ini sekali-kali bukan karena adanya perbedaan penulisan Qur'an dalam kenyataannya, namun karena teknologi font yang belum sempurna saat itu, dan belum sepenuhnya memenuhi seluruh karakter dan tanda baca lainnya yang terdapat didalam Al-Qur'an. Teks Qur’an berbeda dengan image (gambar), teks Qur’an sangat bergantung dengan font yang digunakan.
- Sudah ditambahkan QURAN WEB, yakni fasilitas melihat bacaan Quran melalui web browser, lengkap dengan MP3 Player nya sehingga memudahkan Anda dalam belajar Al-Qur’an. Selain itu, gambar ayat sudah menggunakan gambar resolusi tinggi, sehingga ayat Qur’an tampilannya lebih besar dan lebih mudah untuk dibaca. Tampilan ayat yang muncul di Quran Web dapat diset kriterianya di form, misal Anda bisa melihat surat Al-Baqarah khusus dari ayat 5 s.d 7 saja, sehingga Anda bisa lebih fokus dalam belajar Al-Qur’an.
- Dapat meng-copy seluruh ayat yang terdapat pada form.
- Pencarian ayat dapat dilakukan untuk semua bahasa serta terdapatnya fasilitas Advance Find, yakni fasilitas pencarian ayat/terjemahan Al-Qur’an dengan kriteria yang tidak terbatas (multiple criteria).
- Selain itu, dalam versi terbaru ini ada penambahan feature menjalankan file MP3 untuk seluruh daftar Qori yang ada, dan daftar Qori ini bisa kita tambahkan secara tidak terbatas. Semoga bermanfaat dan silahkan download disini:
QUR'AN DATABASE 5.0
Senin, 19 Desember 2011
Qur'an Database
Selasa, 29 November 2011
MP3 KHUTBAH JUM'AT
Alhamdulillah, saya dapat koleksi lagi khutbah jum'at ketika menyambut bulan suci Ramadhan dan yang lain bertema tentang hakikat sihir dan karomah. Tapi kali ini dalam format MP3, jadi sobat-sobat bisa save di HP lalu didengerin sambil santai deh.....
Monggo diunduh :
1. Khutbah Jum'at : menyambut bulan suci Ramadhan
2. Khutbah Jum'at : hakikat sihir dan karomah
Senin, 28 November 2011
KAMUS ARAB-INDONESIA AL-MUNAWIR DIGITAL
Buat kaum muslimin yang membutuhkan kamus untuk menterjemahkan teks-teks khutbah dari bahasa Indonesia ke Arab atau ke Inggris kami sediakan kamus Al-Munawir yang sudah sangat familiar dikalangan masyarakat Indonesia. Dalam file Kamus Al-Munawir ini dilengkapi juga video tutorial cara menginstallnya sehingga Antum dapat mengikutinya step by step. Dan software ini tidak memerlukan software khusus lagi untuk mengoperasikannya. Nah...makin penasaran kan....? :-D
Silahkan klik link berikut ini:
KAMUS AL-MUNAWIR
Jika bahasa Indonesianya tidak muncul Antum bisa mensetting lagi dengan cara:
1. Membuka software yang telah tersinstall tadi.
2. Dipojok kanan atas klik "Buka Menu" > Pengaturan > Data Kamus
3. Lalu klik kotak yang ada diatas tulisan "Muat ulang" yang bertujuan untuk menentukan alamat file yang akan diambil datanya.
4. Jika terbuka jendela baru cari tempat penyimpanan file master "Kamus Al-Munawir" lalu klik > Folder autoplay > Folder Docs > Database Munawir > Open
5. Klik Muat Ulang > OK
Semoga bermanfaat.
Jumat, 11 November 2011
VIDEO KHUTBAH IDUL FITRI
Silahkan download disini:
Video Khutbah Idul Fitri
Minggu, 06 Juni 2010
Larangan Menggunakan Hadits Lemah dan Palsu Dalam Khutbah (1)
Maka pada postingan kali ini penulis ingin memamaparkan sedikit mengenai larangan penggunaan hadits Dha'if (Lemah)dan Maudhu'(Palsu) agar kita terhindar dari dosa yang harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhaana Wa Ta'ala nanti di hari kiamat.
Hadits secara istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, perangai maupun sifat jasad beliau shalallahu 'alaihi wa sallam (Taisir Musthalah Hadits oleh Syaikh Mahmud Thahan hlm.14)
Adapun Lemah, dalam bahasa arabnya "Dhaif". Hadits lemah adalah hadits yang tidak memiliki kriteria hadits shahih dan hasan atau dengan kata lain bahwa hadits lemah adalah hadits yang tidak memiliki kriteria untuk bisa diterima.
Syarat dan kriteria agar sebuah hadits bisa diterima adalah:
1. Sanadnya bersambung
2. Perowinya Dhabit (hafalannya Kuat)
3. Perowinya Adil (Terpercaya)
4. Selamat dari Syuzuz (Kenyelenehan)
5. Selamat dari 'illat (cacat)
Pendapat Ulama Mengenai Pengamalan Hadits Dha'if (Lemah)
Pendapat pertama:
Hadits Dha'if tidak boleh diamalkan secara mutlak. Baik dalam masalah aqidah, hukum syar'i, targhib wat Tarhiib (Pemberian kabar gembira dan ancaman), fadhoilul amal (keutamaan amal) ataupun hanya sekedar untuk kehati-hatian. Ini adalah pendapat Imam Yahya bin Ma'in, Bukhori, Muslim, Ibnu Hajar dsb. Adapun ulama pada zaman kita seperti Syaikh Ahmad syakir dan Syaikh Albani.
Alasannya:
1. Bahwa masalahfadhilah amal itu sama dengan hukum halal dan haram, karena semua itu bagian dari syari'at Islam.
2. Hadits Shahih dan Hasan telah cukup untuk beramal dalam Islam, oleh karena itu tidak membutuhkan lagi hadits lemah.
3. Hadits lemah itu hanya memberi faedah sebuah dzon marjuh (sebuah persangkaan yang lemah) padahal tidak boleh berhujjah dengan persangkaan belaka. Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah bersabda' "Jauhilah berprasangka, karena berprasangka adalah ucapan yang paling dusta." (HR. Bukhori no.6064 dan Muslim no.2563)
Pendapat Kedua:
Hadits dha'if bisa diamalkan secara mutlak, baik dalam menetapkan masalah halal,haram,wajib,sunnah dsb akan tetapi harus memenuhi tiga syarat, yaitu:
1. Tidak ada hadits lain serta tidak ada fatwa sahabat dalam masalah ini.
2. Hadits itu tidak sangat lemah.
3. Tidak ada hdits lain yang bertentangan dengannya.
Pendapat Ketiga:
Hadits lemahdapat diamalkan dalam fadhoilul amal (keutamaan amal), nasehat, kisah, targhib wat tarhiib dan semisalnya. Adapun kalau dalam masalah aqidah, hukum halal-haram dan yang semisalnya maka tidak boleh.
Namun para ulama yang membolehkan memberikan syarat-syarat yang sangat berat, yaitu:
1. Hadits itu lemahnya ringan, bukan berat.
2. Hadits itu harus selaras dengan keumuman hadits lain.
3. Hadits tersebut tidak boleh disebarkan agar tidak dianggap hadits shahih oleh orang-orang awam.
4. Saat mengamalkan hadits itu harus diyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pendapat yang Rojih (kuat):
Pendapat yang rojih dan kuat adalah madzhab pertama yang menatakan bahwa hadits lemah tidak dibolehkan secara mutlak. Adapun mengenai syarat-syarat dari pendapat ketiga sanat berat dan sulit untuk dipenuhi kecuali oleh orang-orang yang benar-benar piawai dalam ilmu hadits. Padahal kenyataannya orang yang suka mengamalkan hadits dha'if (lemah)adalah orang-orang yang tidak banyak mengetahui ilmu hadits dengan baik.
Maka sikap yang lebih berhati-hati itu lebih baik daripada berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda, " Barangsiapa yang mengkabarkan dariku sebuah hadits yang dia sangka bahwa itu dusta, maka ia termasuk salahsatu diantara dua orang pendusta" (HR. Muslim)
Dan dikhawatirkan ia terjerumus pada hadits berikut:
"Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempatnya dineraka. (Muttafaqun 'Alaih). BERSAMBUNG...
disarikan dari buku "Hadits Lemah dan Palsu yang pupuler di Indonesia oleh Ahmad Sabiq bin ABdul Lathif Abu Yusuf, Pustaka Al-Furqon)
Selanjutnya....
Selasa, 18 Mei 2010
Qur'an Digital
Kalau qur'an in word kamu gunakan untuk mendukung pembuatan teks yang dapat disisipkan oleh ayat-ayat Al - Qur'an disertai terjemahnya. Tapi terkadang kita ingin mencari suatu ayat al-qur'an atau terjemahnya tapi lupa ada disurat mana ? ayat berapa?
Nah, untuk problem seperti ini kita bisa gunakan qu'an digital. Aplikasi ini dapat melakukan pencarian ayat (arab atau Indonesia) dengan memasukkan kata kuncinya saja. Lalu akan ditampilkan ayat-ayat yang mencakup kata kunci tersebut. Tapi kelemahannya tidak bisa dicopy. Jadi untuk menyalinnya kedalam teks, kamu harus memasukkan ayat dan suratnya dari aplikasi qur'an in word. Disamping itu, qur'an digital disertai ilmu tajwid bagi yang ingin belajar makhroj huruf dan hukum bacaannya.
Thoyyib...bagi ikhwan dan akhwat yang mau download silahkan klik disini.
Cara install-nya mudah kok tinggal next...next...next...next...
gampangkan.... :-)
Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat...
Selanjutnya....
Jumat, 07 Mei 2010
Sejarah Si Penyingkat Lafazh “SAW” ( صلعم )
Saudara – saudaraku se-Islam…pernahkah Anda menulis dalam teks khutbah Anda atau yang lainnya tentang Shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan disingkat SAW atau menulis kata Allah Subhaana wa ta’ala dengan SWT ? Adakah aturan tentang penulisan shalawat atau lafazh Allah ini dalam syariat Islam ?
Untuk itu pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai penulisan lafazh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang disingkat menjadi SAW atau صلعم (dalam tulisan arab) begitu juga dengan singkatan Subhaana wa ta’ala atau SWT.
Allah Subhaana wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 56:
يأ يّها آلذ ين آمنوا صَلّوا عليه وسلمُوا تسلِيْمًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Berkenaan dengan ayat diatas maka Allah memberikan banyak keutamaan kepada orang yang bershalawat atas nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salahsatunya adalah Allah Azza Wa Jalla akan bershalawat kepada orang itu sepuluh kali. Berdasarkan dalil :
مَن صَلى عَليَّ وَاحِدَةً صلّى الله عَليهِ عَشرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluhkali (HR Muslim no.408).
Adapun orang – orang yang enggan bershalawat jika disebut nama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam maka mereka termasuk orang yang bakhil alias kikir atau pelit alias medit. Hal ini berdasarkan dalil:
البَخِيلُ مَن ذُكِرثُ عِندَهُ فلم يُصَلِّ عَليَّ
” Orang yang kikir adalah orang yang ketika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat kepadaku”. (Hadits shahih dalam Shahih Al-Jami’ no.2878, Shahih At-Tirmidzi no. 3546).
Keterangan Syaikh Bakar Abu Zaid
Pada kitab Mu’ jam Al-Manaahii Al_lafzhiyyah, karya syaikh Bakar Abu Zaid Rahimahullah halaman 339 – 351 dikatakan “ (disebutkan) pada kitab At-Tadzkirah At-Timuuriyyah, tentang singkatan shad lam mim ( صلعم ) adalah tidak boleh. Bahkan yang wajib adalah bershalawat dan mengucapkan salam. (Dari kitab al- fataawaa al-haditisyyah, karya Ibnu Hajar Al-Haitami, jilid 1, hal.548 pada manuskrip. Dan hal. 168 pada cetakan).
“ini menunjukkan bahwa singkatan atau susunan kata yang dimurkai ini sudah ada sejak zaman Ibnu Hajar (Al-haitami). Sedangkan Ibnu Hajar wafat pada tahun 974 hijriyah. Dan sebelumnya, Al-Fairuz Abadi telah mengisyaratkan tentang hal ini dalam kitabnya Ash-Shilaat Wa Al-Busyr, ia berkata “ Tidak boleh lafazh shalawat (kepada Nabi) disingkat seperti yang dilakukan oleh sebagian orang malas, bodoh dan penuntut ilmu yang masih awam. Mereka menulis shad lam mim ( صلعم ) sebagai ganti dari shallallahu ‘alaihi wasallam”.
Pada kitab yang sama halaman 188-189 disebutkan, “ nampaknya singkatan ini sudah ada sekitar tahun 900 Hijriyah. Telah diterangkan pada kitab syarh Alfiyyah Al-Iraqi Fi Musthalah Al-Hadits, yaitu pada ucapan An-Nazhim:
وَاجتـَنِبِ الرَمزَ لها وَالحَذ َ فا
“Dan jauhilah kode (singkatan) untuk (shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘aklaihi wasallam) atau menghapusnya”.
Maksudnya, jauhilah singkatan shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau menghapus salahsatu hurufnya. Akan tetapi tunaikanlah (shalawat) dengan ucapan dan tulisan. Kemudian pensyarah kitab tersebut, Syaikh Zakariya Al-Anshari menyebutkan, bahwasanya syaikh An-Nawawi telah menukil ijma’ dari para ulama akan sunnahnya bershalawat kepada nabi baik secara lisan maupun tulisan. Jadi bukan termasuk sunnah menyingkat lafazh shalawat dengan beberapa huruf tertentu”.
Syaikh Bakar melanjutkan, “ Kemudian syaikh Al-Anshari menyebutkan, bahwa orang yang pertamakali menyingkat shalawat dengan huruf shad lam mim ( صلعم ) dipotong tangannya, Wal ‘iyaazu billaah. Sementara itu syaikh Al-Anshari wafat pada abad ke-10 hijriyah (yakni tahun 926 Hijriyah).
Maka itu, jalan keselamatan dan kecintaan yang berpahala dalam menghormati dan memuliakan Nbai umat ini adalah dengan bershalawat dan mengucapkan salam ketika nama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam disebut, sebagai bentuk pelaksanaan terhadap perintah Allah Subhaana Wa Ta’ala dan petunjuk nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, seluruh bentuk lafazh dank ode untuk menyingkat shalawat dan salam kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah terlarang.
Maka kesimpulannya , hendaklah kita menjauhkan dari penulisan singkatan-singkatan untuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam apalagi untuk lafazh-lafazh yang dikhususkan untuk Allah Azza Wa Jalla. Karena menulis dan melafazhkan itu lebih baik bagi kita dan lebih utama. Dan janganlah kita bermalas-malasan untuk bershalawat dalam bentuk tulisan dan lisan agar tidak termasuk orang yang bakhil lagi kikir. Termasuk juga bermalas-malasan dalam menulis lafazh “assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh” seperti yang sering kita lakukan selama ini. Karena penyingkatan lafazh salam menjadi “ass” artinya adalah pantat dalam bahasa inggris. Ini adalah sebuah penghinaan bagi kaum muslimin yang menerima singkatan ini.
Wallaahu a’lam…
(disarikan dari artikel “Menyingkat lafazh Shalawat” oleh Abu Musa Al-Atsari dalam Majalah Adz-Dzakhiirah no.6 edisi 48-1430 H)
Senin, 03 Mei 2010
Cara Rasulullah Menyampaikan Khutbah

1. Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadapkan wajahnya kepada jam’ah kemudian member salam.
Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu berkata, “ Apabila Rasulullah memasuki masjid pada hari jum’at, beliau member salam kepada orang-orang yang sedang duduk dekat dengan mimbar. Dan apabila beliau naik ke mimbar beliau menghadapkan wajahnya kepada mereka lalu member salam”. (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath no.6673)
Jalan lain dari hadits yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (2/114):
Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam naik keatas mimbar beliau menghadapkan wajahnya kepada manusia lalu beliau mengucapkan, “ Assalaamu’alaikum”.
2. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak tergesa-dalam dan teratur dalam khutbahnya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak memperbanyak kata dalam khutbahnya dan tidak menyambung antara pembicaraan yang satu dengan yang lain secara langsung. Beliau juga tidak berbicara dengan tergesa-gesa dalam khutbahnya. Sebaliknya, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperlambat perkataannya. Cara berbicara seperti ini membuat jama’ah yang hadir dapat mendengarkan khutbah dengan baik dan memudahkan mereka memahami kandungannya.
Aisyah Radhiallahu ‘Anhu berkata tentang itu,: “ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak tergesa-gesa menyambung satu pembicaraan dengan pembicaraan lain seperti tergesa-gesanya kalian. Akan tetapi beliau berbicara dengan perkataan yang jelas, yang mudah ditangkap dan diingat ileh orang yang duduk bersama (menghadap) beliau”. (HR. Bukhari no.3568 dan Muslim no.2493)
Didalam riwayat Abu Dawud, ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhu menuturkan’, …setiap orang yang mendengarnya akan memahaminya”. (HR Abu Dawud no. 4839)
Dan dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu ia berkata , “Dalam khutbahnya ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (terdengar ) teratur dan tidak tergesa-gesa”. (HR. Abu Dawud no. 4838)
3. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjiwai khutbahnya
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila berkhutbah, matanya tampak memerah, tekanan suaranya tinggi dan semangatnya memuncak. Beliau bagaikan seorang panglima perang yang sedang memberi peringatan kepada pasukannya.
Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir bin Abdillah Radhioallahu ‘Anhu ia berkata, “Apabila Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya meninggi dan semangatnya memuncak. Beliau bagaikan panglima perang yang sedang mengingatkan pasukannya. “Musuh menyerang kalian pada pagi dan sore hari….!!!”. (HR. Muslim no.867)
Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa para khatib dianjurkan untuk bersungguh-sungguh ketika berkhutbah, meninggikan suaranya, menegaskan perkataannya dan hendaklah penyampaiannya sesuai dengan tema targhib / anjuran dan tarhib / ancaman yang sedang diangkat. Mungkin semangat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memuncak ketika mengingatkan sesuatu urusan yang sangat penting atau perkara besar”. (Al-Minhaaj,6/155)
(Sumber : Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Khutbah Jum’at,Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir,Pustaka Imam Syafi’I,47,2009)
Sabtu, 01 Mei 2010
Meningkatkan Rangking Alexa (Alexa Rank)

Tips menigkatkan rangking di alexa:
1. Daftar Blog ke Search Engine Terutama Google, Yahoo dan MSN. Ini dilakukan agar blog kita cepat terindek di mesin pencari terutama yang sudah terkenel dan besar seperti Google, Yahoo, MSN dll, baru setelah itu ke search engine lainnya., lihat postingan Saung web tentang , Submit Blog ke Search Engine
2. Daftar Blog ke Technorati
Technorati merupakan salah satu direktori blog yang sudah terkenal, bia juga berfungsi sebagai blogsearch, tags aggregator, online bookmarks, juga bisa mengetahui blog mana saja yg memasang link blog kita
3. Daftar Dan Aktif Di Blog Catalog
Daftar dan aktif di Blog Catalog, atau blog direktori lainnya agar makin banyak link dari blog lain , katanya dg ini google akan semakin menganggap blog itu berbobot.
4. Blogwalking
Ini adalah cara manual yg paling ampuh, setiap blogger pasti melakukannya termasuk kedalam ini adalah kunjung mengunjung, , berkomentar dan membalas komentar apalagi jika berkomentar di Blog Dofollow, seperti blog ini.
5. Cari Backlink
Cari backlink sebanyak-banyaknya dan berkualitas sebaiknya sih sesuai kategori blog, karena google menilai berdasarkan kuantitas dan kualitas link, tapi akhirnya mana saja yang mau bertukar link.. saya terima. Atau kalau mau dapat backlink sekaligus dapat uang klik disini atau disini
6. Pasang Widget Alexa Rank
Contoh widgetnya seperti dibawah blog ini, sedangkan cara pasangnya saya baca tentang
Cara Pasang Widget Alexa Rank Di Blog .
7. Menginstal Alexa toolbar pada browser
Menginstal Toolbar Alexa pada browser katanya akan bisa meningkatkan ranking blog/website kita, karena akan terjadi penambahan ranking point dari tante Alexa , yang ini baru kemarin saya lakukan .. hehe.. masih perlu dibuktikan. Silahkan lihat Cara Pasang Alexa Toolbar Dan Alexa Widget jika sobat ingin memasangnya.
8. Bookmark Blog Sebagai Homepage Browser
Bookmark blog sebagai homepage di komputer yang sering digunakan untuk browsing ini juga baru kemarin saya lakukan di komputer rumah sebenarnya sih ini bisa juga dikantor, diwarnet atau dimana saja, makin banyak tentu semakin baik.
9. Update Blog 2 hari sekali
Pokoknya bikin postingan 2 hari sekali , lihat saja postingan blog ini baru 12 artikel, pokoknya ada kegiatan posting tanpa melihat itu bermutu atau tidak seperti postingan tentang tante Alexa ini. Jangan takut dikatakan tak bermutu , lagian penilaian itu kan subyektif, katak kita bermutu kata yang lain tidak , begitu juga sebaliknya .
10. Promosi Gratis
Setiap habis posting besoknya promosi artikel tsb , kenapa besoknya, hal ini agar postingan kita terindek dulu oleh mesin pencari seperti Google, kalau langsung di promosikan begitu selesai posting,, nanti yang lebih dulu terindek yang di web promosi itu,, apalagi kalau web iklan itu PR nya lebih tinggi… akhirnya nanti di kira kita yang jiplak atau copy paste dari sana. Kan logikanya gini blog baru itu lambat nyampe ke googlenya sedangkan yang sudah punya PR pastinya cepat.. Misalnya kalau promosi artikel di Saung Bisnisku sebagai iklan baris gratis PR 3 itu dalam hitungan menit sudah terindek di google ,, kalau gak percaya coba deh...
11. Submit Artikel ke situs Social Bookmark
Social Bookmark adalah tempat pasang tautan agar dapat link masuk searah ke blog / web kita. Social bookmarking termasuk salah satu cara menyimpan, mengorganisir, mencari, dan mengelola bookmark halaman blog di Internet. Situs2 Social Bookmark bisa dilihat disini.
12. Tulis artikel Tentang Alexa
Tulis artikel tentang Alexa misalnya seperti yang sedang sobat baca tentang Cara Meningkatkan Alexa Rank ini dan ajak para pembaca untuk men-download Alexa Toolbar. Jangan lupa saat membuat artikel tentang Alexa, selalu gunakan label atau kategori dengan keyword : Alexa, Alexa rank, Alexa traffic rank, Rangking Alexa, dsb.
13. Melakukan Ping
Lakukan ping secara berkala , saya baru lakukan ini dua kali , ping ini untuk merefresh blog kita di data base mesin pencari, bisa baca disini jika ingin melakukan Ping.
14. Berdo'a
Jumat, 30 April 2010
Khutbah Nikah
Khutbah nikah sebelum akad berlangsung hukumnya sunnah alias tidak wajib. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menikahkan dua orang tanpa didahului dengan khutbah nikah. Dalilnya adalah hadits Sahl bin Sa’ad yang lafaz akhirnya sebagai berikut:
Beliau bersabda: “ Pergilah (bawalah perempuan ini), karena sesungguhnya aku telah kawinkan engkau dengan perempuan ini dengan (mahar) apa yang ada padamu (yang engkau hapal) dari Al-Qur’an. (HR. Bukhari no.5126 dan Muslim no.1425).
Berdasarkan hadits diatas maka
janganlah kita jadikan suatu amalan yang sunnah menjadi wajib. Karena jika kita menjadikannya hal yang wajib sebelum akad nikah sama saja kita membuat syari’at baru atau menambah-nambahkan atau merubah syariat yang telah datang dari Allah melalui perantara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Adapun yang membacakan khutbah nikah sebelum akad nikah adalah si peminang atau calon mempelai pria jika memungkinkan. Ini yang lebih disukai atau disunnahkan.
Sedangkan khutbah nikah yang dimaksud ialah khutbah haajah . Silahkan lihat tulisan dalam blog ini mengenai khutbah haajah. Kemudian setelah membaca khutbah haajah ini apabila ingin ditambah dengan beberapa perkataan yang ringan dan singkat yang berkaitan dengan pernikahan tidaklah mengapa.
Sebagai contoh pelaksanaan khutbah nikah ini, kami berikan kepada pengunjung video yang dapat Anda download disini:
Video Khutbah Nikah oleh Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat
(sumber dari buku “Pernikahan dan hadiah Untuk Pengantin, Abdul Hakim bin Amir Abdat)
Kamis, 29 April 2010
Video Khutbah Jum'at

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa khutbah jum'at adalah bagian
dari ibadah. Dan suatu ibadah agar dapat diterima harus sesuai
dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih.
Maka bagi para khati jum'at hendaknya memperhatikan rukun-rukun
khutbah dan mempelajari bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wasallam ketika berkhutbah dihadapan para sahabatnya Radhiallahu
'anhum. Mulai dari
suaranya, pandangan matanya, bacaan-bacaannya, sikapnya ketika
berdoa di mimbar dan sebagainya
Mungkin sebagian anda ada yang menginginkan contoh bagaimana
khutbah jum'at yang sesuai dengan sunnah. Disini kami menampilkan
2 buah video tapi masih dalam tema yang sama yang bertema tentang
"madrasah orientalis".
Semoga video ini bermanfaat bagi anda.
Jika anda menginginkan videonya silahkan klik disini:
Madrasah Orientalis.1
Madrasah Orientalis.2
Qur'an in Word

Anda mungkin sering membuat teks khutbah menggunakan microsoft office words.
Dan ketika ingin mengutip ayat dari Al-Qur'an kadang sering merasa
sulit. Hal ini disebabkan ms.office words kita tidak dapat digunakan untuk
mengetik tulisan arab. Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi.
Karena, kini sudah ada aplikasi Qur'an in Word yang dapat anda install di
komputer atau laptop anda untuk mendukung pengutipan ayat dan terjemahannya
ke dalam teks khutbah atau ceramah yang sedang anda buat.
Cara penginstallannya pun sangat mudah, tinggal next....next...dan next...
selesai deh.Untuk anda ketahui bahwa Software ini kompatibel pada program Word version 2003 dan 2007.
Bila menggunakan 2007 maka setelah proses instalasi maka software akan masuk plugin, sedangkan untuk 2003 maka Software akan masuk ke toolbar nya.
Untuk versi selain 2003 dan 2007 anda bisa mencobanya.
Semoga upaya menyebarkan Firman Allah Azza Wa Jalla ke dalam content tulisan yang anda sekalian buat bisa menghadirkan manfaat dan berkah. Selamat mencoba.
Untuk mendownload softwarenya silahkan
klik disini
Rabu, 28 April 2010
Video Meninggal Ketika Khutbah
Saudaraku se-iman dan se-Islam…
Allah berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS: An-Nisaa : 78)
Maka ketahuilah saudaraku…
Bahwa cepat atau lambat kita akan mati. Malaikat maut pun pasti akan menjemput dimana saja dan dalam keadaan apa saja. Lalu...
Cara manakah yang akan kita pilih ketika ajal menjemput kita nanti ?
Husnul khotimah atau Su’ul khotimah ?
Tayangangan kali ini mengenai seorang da'i yang meninggal ketika berkhutbah di masjid.
Semoga tayangan di video ini dapat mengingatkan kita akan kematian. Dan semoga kita kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah.
Untuk mendownload videonya silahkan klik disini.
Minggu, 18 April 2010
Khutbah Ramadhan

Bagi kaum muslimin yang membutuhkan materi atau teks khutbah di bulan Ramadhan
silahkan download link dibawah ini:
1. Teks-Khutbah Ramadhan.1
2. Teks-Khutbah Ramadhan.2
3. Teks-Khutbah ramadhan.3
4. Teks-Khutbah Ramadhan.4
5. Teks-Khutbah Ramadhan.5
Sabtu, 17 April 2010
Rukun-Rukun Khutbah

Khutbah adalah ibadah, dan ibadah tidaklah diterima Allah kecuali jika memenuhi dua syarat:
1. Ikhlas karena mencari Wajah Allah semata dan
2. Ittiba’ (mengikuti) Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Berdasarkan ini, maka setiap khotib hendaklah memperhatikan apa saja yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam khutbah-khutbah beliau.
Contoh-contoh yang diwariskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bagi kita, oleh para ulama dipilah menjadi beberapa kategori: syarat-syarat sah khutbah, rukun-rukun khutbah, sunnah-sunnah khutbah, adab-adab seorang khotib dan sebaginya. Hanya saj para ulama , mutaqaddimin maupun muta’akhkhirin berbeda pandangan dalam memilah teladan Nabi tersebut.
Berikut ini adalah
contoh perbedaan pendapat (ikhtilaf) yang terjadi diantara para ulama tentang rukun-rukun khutbah:
Al-Hanafiyyah berpendapat : rukun khutbah hanya satu, yaitu menyebut (berzikir) kepada Allah secara mutlak; dengan bertasbih; atau bertahlil; atau bertahmid atau semacamnya.
Al-Malikiyyah berpendapat : rukun khutbah adalah satu, yaitu cukup hanya berisi peringatan (tentang neraka) atau kabar gembira (dengan surga).
As-Syafi’iyyah berpendapat : rukun-rukun khutbah ada lima : pertama, memuji Allah (hamdalah); kedua, bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam; ketiga, berwasiat dengan takwa; keempat, membaca suatu ayat dari Al-Qur’an; dan kelima, berdo’a untuk kaum muslimin.
Al-Hanabilah berpendapat : rukun khutbah ada empat: pertama, memuji Allah (hamdalah); kedua, bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam; ketiga, membaca suatu ayat dari Al-Qur’an; dan keempat, berwasiat dengan takwa.(dikutip dengan ringkas dan adaptasi dari Al-Fiqh ala al-madzahib al-arba’ah 1/304-305, Dar Al-Hadits,Kairo-Mesir,1424 H)
Dan ada juga yang berpendapat enam, bahkan ada juga yang tidak menyebutkannya sebagai rukun atau syarat, tetapi hanya sunnah-sunnah khutbah. (Lihat: Asy-Syarh Al-Mumti’ oleh Al-Alamah Ibnu Utsaimain, 5/50-55; Khutbah AlJum’ah Ahkamuha wa Adabuha fi Fiqh Al-Islam oleh Nazar bin Abdul Karim Al-Hamdani; Shahih Fiqh As-Sunnah oleh Abu Malik 1/581-588)
Kita berkesimpulan bahwa poin-poin berikut ini adalah masalah-masalah yang tidak boleh diabaikan ole para khotib, terlepas dari perbedaan pendapat yang terjadi diantara para ulama; apakah itu wajib atau sunnah.
1. Memanjatkan puji dan sanjungan kepad Allah, dengan اْْلحَمْدُ ِلله atau اَحْمَدُ اللهِ atau اِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ atau lafazh-lafazh semisal (lihat: Asy-Syarh Al-Mumti’ Ala Zad Al-Mustaqni’ oleh Al-Allamah Ibnu Utsaimin Rahimahullah, 5/52).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
”Setiap urusan (penting) yang membutuhkan perhatian yang tidak dimulai dengan Alhamdulillah maka ia terputus dari berkah)”.(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 2/359, Abu Dawud no.4840, Ibnu Majah no. 1894)
Dalam lafaz lain,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah dihadapan manusia dengan memuji Allah serta menyanjung-Nya dengan (pujian dan sanjungan) yang layak bgi-Nya, kemudian beliau mengatakan, “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada sesuatu pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tidak ada sesuatu pun yang dapat memberinya petunjuk, dan sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah…) (HR.Muslim no.867). Silahkan lihat tulisan dalam blog ini mengenai khutbah haajah.
2. Membaca Syahadat
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Setiap khutbah yang didalamnya tidak ada syahadat, maka ia adalah seperti tangan yang buntung”.
3. Berwasiat dengan takwa kepada Allah
Wasiat yang dimaksudkan ialah bahwa khotib berwasiat kepad kaum muslimin yang mendengarkan agar bertakwa kepada Allah, baik dengan mengatakan اُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى الله (saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah)
atau يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ (hai orang-orang yag beriman, bertakwalah kalian kepada Allah). (Asy-Syarh Al-Mumti’ Ala Zad Al-Muqtani’, 5/55). Seperti yang dicontohkan juga oleh Nabi dengan menyertai “khutbah haajah” disetiap khutbahnya. Juga berdasarkan hadits dari Jabir dibawah ini.
4. Membaca ayat Al-Qur’an
Dari Jabir bin Samurah Radhiallahu ‘anhu, dia berkata,”Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan dua khutbah dimana beliau duduk diantara keduanya; (dan dalam khutbah itu) beliau membaca Al-Qur’an dan mengingatkan manusia”. (Diriwayatkan oleh Muslim no.862)
5. Menyampaikan nasihat bagi kaum muslimin
Dari Jabir bin Samurah Radhiallau ‘anhu, dia berkata,”Sholat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sedang – sedang saja dan khutbah beliau juga sedang-sedang saja; dimana beliau membaca ayat-ayat dari Al-Qur’an dan mengingatkan manusia”. (HR.Abu Dawud no.1094)
6. Shalawat dan salam atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Perkataan Umar bin Khottob Radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya doa itu terhenti diantara langit dan bumi, tidak akan naik sedikitpun dari tempat itu sampai engkau bershalawat atas Nabimu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Tirmidzi no.486 dan Silsilah Ash-Shahihah karya syaikh Nashiruddin Al-Albani no.2035)
7. Berdo’a untuk kaum muslimin
Dari Hushain bin “Abdurrahman As-Silmi, dia berkata,”Aku berada disebelah Umarah bin Ruwaibah Radhiallahu ‘anhu, sedangkan Bisyir (ibnu Marwan Al-‘Amawi); penguasa di Irak) sedang member khutbah kepada kami. Tatkala Bisyir berdo’a dia mengangkat kedua tangannya. Maka ‘Umarah Radhiallahu ‘anhu pun berkata,”Semoga Allah memburukkan dua tangan ini. Aku pernah melihat Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah, dan ketika berdo’a beliau melakukan seperti ini.” Lalu Umarah pun mengangkat jari telunjuknya. (HR. Muslim 2/595 no.874, lafaz ini milik Imam Ahmad 4/136 no.17263)
Ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a dalam khutbah beliau dan tentu saja itu adalah contoh yang harus diikuti oleh setiap khotib.
Inilah tujuh poin yang harus diperhatikan oleh seorang khotib. Dan perlu diperhatikan bahwa urutan ini tidak bersifat mutlak; sebagian kalangan misalnya meletakkan shalawat pada urutan ketiga, maka tidak mengapa.
(Dikutip dengan ringkas dan diadaptasi dari Khutbah Jum’at pilihan Setahun, Drs. Hartono Ahmad Jaiz Dkk, Daarul Haq,Jakarta,2009 M)
Jumat, 16 April 2010
CERAMAH / KULIAH SHUBUH

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk membagi-bagikan teks ceramah/kuliah shubuh ini buat kaum muslimin. Bagi rekan-rekan yang membutuhkannya silahkan download link dibawah ini:
Daftar Teks Ceramah / Kuliah Shubuh :
1. Kuliah Shubuh.1
2. Kuliah Shubuh.2
Kamis, 15 April 2010
Teks / Naskah Pidato Sambutan

السلام عليكم و رحمة اللهُ و بركاته
Alhamdulillah kita masih ketemu lagi... :-)
Semoga Kaum muslimin masih tetap diberkahi dan dirahmati Allah Subhaana Wa Ta'ala.
Kali ini, "Bank Teks Khutbah" mau memberikan materi teks/naskah pidato buat kaum muslimin.
Untuk mempersingkat waktu, silahkan saja download linknya dibawah ini:
1. Teks/naskah Pidato Sambutan.1
2. Teks/naskah Pidato Sambutan.2.(haji)
Rabu, 14 April 2010
Teks Kultum

السلام عليكم و رحمة اللهُ و بركاته
Segala pujji bagi Allah Azza Wa Jalla yang telah memberikan kita rahmat dan karunia.
Pada kesempatan ini "Bank Teks Khutbah" menyediakan materi kultum sebagai acuan atau
bahan referensi khutbah atau ceramah Anda. Semoga materi ini bermanfaat bagi
kaum muslimin semua.
Bagi kaum muslimin yang membutuhkan materi kultum silahkan download
link dibawah ini.
1. Teks Kultum.1
2. Teks Kultum.2
Selasa, 13 April 2010
Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Berkenaan Dengan Bacaan Khutbah Jum’at

1. Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada awal khutbah.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memulai khutbahnya dengan:
- Membaca alhamdulillaah.
- Membaca syahadat.
- Membaca shalawat dan salam.
- Dan perkataan : “ Amma Ba’du”.
Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata dalam kitabnya Zaadul Ma’aad (1/189),
“Tidak pernah sekalipun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkhutbah, kecuali beliau memulainya dengan hamdalah, dua kalimat syahadat, dan memnyebut namanya dengan jelas pada syahadat tersebut”.
Hal tersebut ditunjukkan oleh riwayat Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu mengenai khutbah hajah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada para sahabatnya, hadits ini shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sementara dalam riwayat Imam Muslim disebutkan tambahan “amma ba’du”. Dan untuk lebih jelasnya ada dalam Kitab Khutbatul Hajah karya syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.
2. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi salam ketika berdiri diatas mimbar.
Hal tersebut berdasarkan hadits :
”Apabila telah naik keatas mimbar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya kepada jama’ah, lalu mengucapkan’ “assalaamu ‘alaikum”. Abu Bakar dan Umar adhiallahu ‘anhuma juga melakukan seperti itu (HR. Ibnu Abi Syaibah 2/114).
3. Cara Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyampaikan khutbah.
Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata tentang hal ini:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak tergesa-gesa menyambung satu pembicaraan dengan pembicaraan lain seperti tergesa-gesanya kalian. Akan tetapi beliau berbicara dengan perkataan yang jelas, yang mudah ditangkap dan diingat oleh orang yang duduk bersama (menghadap) beliau”. (HR. Bukhari no.3568 dan Muslim no.2493)
4. Kandungan khutbah-khutbah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Ibnul Qoyyim rahimahullah menatakan dalam “Zaadul Ma’aad”, “ Kandungan khutbah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu:
- Hamdalah
- Pujian kepada Allah Azza Wa Jalla atas segala nikmat karunia-Nya
- Penyebutan sifat-sifat Allah Subhaana Wa Ta’ala yang Maha Sempurna, lalu memujinya.
- Pengajaran pilar-pilar agama Islam.
- Menyebutkan suraga, neraka dan tempat kembali setelah mati.
- Perintah untuk bertakwa
- Penjelasan mengenai hal-hal yang dapat mendatangkan murka Allah dan hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Nya.
Diantara hadits-haditsnya adalah:
- Hadits yang menerangkan tentang khutbah hajah (silahkan lihat artikelnya disini)
- Dari ubai bin Ka’ab Radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Raslullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat Tabaarak (Al-Mulk) pada hari Jum’at, ketika beliau berdiri untuk berkhutbah. Beliau mengingatkan kami dengan hari-hari yang Allah janjikan”. (HR. Ibnu Majah, shahih, 1/183).
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah, beliau selalu memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh orang yang diajak bicara dan yang akan mendatangkan kebaikan bagi mereka”. (Zaadul Ma’ad, 1/189).
(Sumber : Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Khutbah Jum’at,Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir,Pustaka Imam Syafi’I,47,2009)
Asal Muasal Pembuatan Mimbar

Jika ingin mendownload lengkap artikel ini silahkah klik disini
Kata “mimbar” (الِمنبَرُ) berasal dari kata ungkapan نَبَرَ الشَّيئَ yang artinya mengangkat atau meninggikan sesuatu. Ia dinamakan “mimbar” karena letaknya yang tinggi.
Sebelum menggunakan mimbar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah dengan bersandar kepada batang pohon. Dalam kitab Shahih Bukhari diceritakan bahwa dahulu ada batang pohon yang dipakai berdiri Rasulullah ketika sedang berkhutbah. Tatkala sudah ada mimbar sebagai pengganti batang pohon tersebut terdengarlah suara tangisan dari batang pohon tesebut, sampai Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan diatasnya. (Shahih Bukhari no.918)
Mimbar pertamakali dibuat
berdasarkan perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mimbar tersebut dibuat oleh seorang budak milik salah seorang shahabiyyat, dari kayu jenis thorfa dari daerah Ghabat (pinggiran Madinah).
Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hazim bin Dinar:
“Beberapa orang mendatangi Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi, setelah sebelumnya mereka berdebat tentang mimbar, dari kayu apa ia dibuat. Mereka datang menanyakan kepadanya tentang hal itu. Sahl bin Sa’ad berkata,”Demi Allah, aku tahu benar dari kayu apa ia dibuat. Dan aku melihat pertama kali ia diletakkan dan pertama kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam duduk diatasnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang kepada seorang wanita -dari kalangan Anshar yang telah disebutkan namanya oleh Sahl bin Sa’ad- : “Suruhlah budakmu yang ahli pertukangan untuk membuatkan kayu untukku agar aku duduk diatasnya ketika berbicara kepada orang-orang”. Lalu wanita itu menyuruh budaknya. Budak itu pun membuatnya dari kayu thorfa dari Ghabat (pinggiran Madinah), lalu ia membawanya. Kemudian wanita itu mengirimnya (mimbar tesebut) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh meletakkannya disini.
Setelah itu aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sholat diatasnya; beliau bertakbir dan ruku’ diatasnya. Lalu beliau turun mundur dan sujud didasar mimbar (diatas tanah), kemudian beliau kembali. Setelah selesai beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap jama’ahnya seraya berkata,” Wahai sekalian manusia, aku berbuat seperti ini agar kalian dapat mengikuti dan mengetahui (cara) sholatku”. (HR Bukhari no.917 dan Muslim no.544).
Ciri-ciri mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terdiri dari 3 tingkat. Beliau khutbah pada tingkat yang kedua dan duduk pada tingkat yang ketiga. Hal ini didasarkan pada hadits yang panjang dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhum, dalam riwayat itu disebutkan: “Maka dibuatkanlah untuk beliau sebuah mimbar dengan 2 (dua) anak tangga. Beliau duduk pada anak tangga ketiga…” (HR. Ad-Darimi dalam Sunannya (I/19) dan Abu Ya’la dalam Musnadnya(I/19).
Ibnu An-Najjar menyebutkan bahwa panjang mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah 2 (dua) hasta, 1 (satu) jengkal dan 3 (tiga) jari, lebarnya 1 hasta”. (Akhbaar madiinatir Rasuul,82)
Penyimpangan dalam pembuatan mimbar.
Seperti itulah bentuk ciri-ciri mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam pembuatan mimbar tersebut tidak ada unsur memaksakan diri dan berlebih-lebihan. Namun kondisi sekarang ini banyak dari kaum muslimin yang sangat bertolak belakang dengan ciri-ciri mimbar yang disunnahkan (dicontohkan) oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ada mimbar yang tinggi dengan susunan anak tangga yang banyak sehingga menyulitkan jama’ah yang ingin mernerapkan sunnah, yaitu menghadapkan wajah kearah khatib sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat berasama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada juga mimbar yang dibuat memanjang sehingga memutuskan shaf-shaf terdepan. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan sambungkan ia (kepada rahmat-Nya). Dan barangsiapa yang memutuskan shaf maka Allah akan putuskan ia”. (Hadits Sahih Riwayat An-Nasa’i no.818).
Maka hendaknya kaum muslimin kembali kepada apa yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dalam agama. وَاللهُ اَعْلَمُ
(Sumber dari buku “Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Khutbah Jum’at, DR. Anis bin Ahmad bin Thahir, Pustaka Imam Asy-Syafi’I,2009)


