Minggu, 06 Juni 2010

Larangan Menggunakan Hadits Lemah dan Palsu Dalam Khutbah (1)

Saat ini begitu maraknya para da'i yang berkhutbahdiatas mimbar dengan membawa hadits-hadits yang tanpa diketahui dahulu derajatnya. Apakah hadits yang diucapkannya shahih, hasan atau lemah apalagi palsu (wal 'iyaazu billaah...).
Maka pada postingan kali ini penulis ingin memamaparkan sedikit mengenai larangan penggunaan hadits Dha'if (Lemah)dan Maudhu'(Palsu) agar kita terhindar dari dosa yang harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhaana Wa Ta'ala nanti di hari kiamat.


Hadits secara istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, perangai maupun sifat jasad beliau shalallahu 'alaihi wa sallam (Taisir Musthalah Hadits oleh Syaikh Mahmud Thahan hlm.14)

Adapun Lemah, dalam bahasa arabnya "Dhaif". Hadits lemah adalah hadits yang tidak memiliki kriteria hadits shahih dan hasan atau dengan kata lain bahwa hadits lemah adalah hadits yang tidak memiliki kriteria untuk bisa diterima.

Syarat dan kriteria agar sebuah hadits bisa diterima adalah:

1. Sanadnya bersambung
2. Perowinya Dhabit (hafalannya Kuat)
3. Perowinya Adil (Terpercaya)
4. Selamat dari Syuzuz (Kenyelenehan)
5. Selamat dari 'illat (cacat)

Pendapat Ulama Mengenai Pengamalan Hadits Dha'if (Lemah)

Pendapat pertama:
Hadits Dha'if tidak boleh diamalkan secara mutlak. Baik dalam masalah aqidah, hukum syar'i, targhib wat Tarhiib (Pemberian kabar gembira dan ancaman), fadhoilul amal (keutamaan amal) ataupun hanya sekedar untuk kehati-hatian. Ini adalah pendapat Imam Yahya bin Ma'in, Bukhori, Muslim, Ibnu Hajar dsb. Adapun ulama pada zaman kita seperti Syaikh Ahmad syakir dan Syaikh Albani.

Alasannya:
1. Bahwa masalahfadhilah amal itu sama dengan hukum halal dan haram, karena semua itu bagian dari syari'at Islam.
2. Hadits Shahih dan Hasan telah cukup untuk beramal dalam Islam, oleh karena itu tidak membutuhkan lagi hadits lemah.
3. Hadits lemah itu hanya memberi faedah sebuah dzon marjuh (sebuah persangkaan yang lemah) padahal tidak boleh berhujjah dengan persangkaan belaka. Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah bersabda' "Jauhilah berprasangka, karena berprasangka adalah ucapan yang paling dusta." (HR. Bukhori no.6064 dan Muslim no.2563)

Pendapat Kedua:
Hadits dha'if bisa diamalkan secara mutlak, baik dalam menetapkan masalah halal,haram,wajib,sunnah dsb akan tetapi harus memenuhi tiga syarat, yaitu:
1. Tidak ada hadits lain serta tidak ada fatwa sahabat dalam masalah ini.
2. Hadits itu tidak sangat lemah.
3. Tidak ada hdits lain yang bertentangan dengannya.

Pendapat Ketiga:
Hadits lemahdapat diamalkan dalam fadhoilul amal (keutamaan amal), nasehat, kisah, targhib wat tarhiib dan semisalnya. Adapun kalau dalam masalah aqidah, hukum halal-haram dan yang semisalnya maka tidak boleh.
Namun para ulama yang membolehkan memberikan syarat-syarat yang sangat berat, yaitu:
1. Hadits itu lemahnya ringan, bukan berat.
2. Hadits itu harus selaras dengan keumuman hadits lain.
3. Hadits tersebut tidak boleh disebarkan agar tidak dianggap hadits shahih oleh orang-orang awam.
4. Saat mengamalkan hadits itu harus diyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pendapat yang Rojih (kuat):
Pendapat yang rojih dan kuat adalah madzhab pertama yang menatakan bahwa hadits lemah tidak dibolehkan secara mutlak. Adapun mengenai syarat-syarat dari pendapat ketiga sanat berat dan sulit untuk dipenuhi kecuali oleh orang-orang yang benar-benar piawai dalam ilmu hadits. Padahal kenyataannya orang yang suka mengamalkan hadits dha'if (lemah)adalah orang-orang yang tidak banyak mengetahui ilmu hadits dengan baik.

Maka sikap yang lebih berhati-hati itu lebih baik daripada berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda, " Barangsiapa yang mengkabarkan dariku sebuah hadits yang dia sangka bahwa itu dusta, maka ia termasuk salahsatu diantara dua orang pendusta" (HR. Muslim)

Dan dikhawatirkan ia terjerumus pada hadits berikut:
"Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempatnya dineraka. (Muttafaqun 'Alaih). BERSAMBUNG...




disarikan dari buku "Hadits Lemah dan Palsu yang pupuler di Indonesia oleh Ahmad Sabiq bin ABdul Lathif Abu Yusuf, Pustaka Al-Furqon)

Selanjutnya....

Selasa, 18 Mei 2010

Qur'an Digital

Ada qur'an in word, tapi ada juga qur'an digital.
Kalau qur'an in word kamu gunakan untuk mendukung pembuatan teks yang dapat disisipkan oleh ayat-ayat Al - Qur'an disertai terjemahnya. Tapi terkadang kita ingin mencari suatu ayat al-qur'an atau terjemahnya tapi lupa ada disurat mana ? ayat berapa?
Nah, untuk problem seperti ini kita bisa gunakan qu'an digital. Aplikasi ini dapat melakukan pencarian ayat (arab atau Indonesia) dengan memasukkan kata kuncinya saja. Lalu akan ditampilkan ayat-ayat yang mencakup kata kunci tersebut. Tapi kelemahannya tidak bisa dicopy. Jadi untuk menyalinnya kedalam teks, kamu harus memasukkan ayat dan suratnya dari aplikasi qur'an in word. Disamping itu, qur'an digital disertai ilmu tajwid bagi yang ingin belajar makhroj huruf dan hukum bacaannya.
Thoyyib...bagi ikhwan dan akhwat yang mau download silahkan klik disini.
Cara install-nya mudah kok tinggal next...next...next...next...
gampangkan.... :-)
Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat...



Selanjutnya....

Jumat, 07 Mei 2010

Sejarah Si Penyingkat Lafazh “SAW” ( صلعم )

Saudara – saudaraku se-Islam…pernahkah Anda menulis dalam teks khutbah Anda atau yang lainnya tentang Shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan disingkat SAW atau menulis kata Allah Subhaana wa ta’ala dengan SWT ? Adakah aturan tentang penulisan shalawat atau lafazh Allah ini dalam syariat Islam ?

Untuk itu pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai penulisan lafazh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang disingkat menjadi SAW atau صلعم (dalam tulisan arab) begitu juga dengan singkatan Subhaana wa ta’ala atau SWT.


Allah Subhaana wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 56:

يأ يّها آلذ ين آمنوا صَلّوا عليه وسلمُوا تسلِيْمًا

“Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Berkenaan dengan ayat diatas maka Allah memberikan banyak keutamaan kepada orang yang bershalawat atas nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salahsatunya adalah Allah Azza Wa Jalla akan bershalawat kepada orang itu sepuluh kali. Berdasarkan dalil :

مَن صَلى عَليَّ وَاحِدَةً صلّى الله عَليهِ عَشرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluhkali (HR Muslim no.408).
Adapun orang – orang yang enggan bershalawat jika disebut nama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam maka mereka termasuk orang yang bakhil alias kikir atau pelit alias medit. Hal ini berdasarkan dalil:

البَخِيلُ مَن ذُكِرثُ عِندَهُ فلم يُصَلِّ عَليَّ

” Orang yang kikir adalah orang yang ketika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat kepadaku”. (Hadits shahih dalam Shahih Al-Jami’ no.2878, Shahih At-Tirmidzi no. 3546).

Keterangan Syaikh Bakar Abu Zaid
Pada kitab Mu’ jam Al-Manaahii Al_lafzhiyyah, karya syaikh Bakar Abu Zaid Rahimahullah halaman 339 – 351 dikatakan “ (disebutkan) pada kitab At-Tadzkirah At-Timuuriyyah, tentang singkatan shad lam mim ( صلعم ) adalah tidak boleh. Bahkan yang wajib adalah bershalawat dan mengucapkan salam. (Dari kitab al- fataawaa al-haditisyyah, karya Ibnu Hajar Al-Haitami, jilid 1, hal.548 pada manuskrip. Dan hal. 168 pada cetakan).

“ini menunjukkan bahwa singkatan atau susunan kata yang dimurkai ini sudah ada sejak zaman Ibnu Hajar (Al-haitami). Sedangkan Ibnu Hajar wafat pada tahun 974 hijriyah. Dan sebelumnya, Al-Fairuz Abadi telah mengisyaratkan tentang hal ini dalam kitabnya Ash-Shilaat Wa Al-Busyr, ia berkata “ Tidak boleh lafazh shalawat (kepada Nabi) disingkat seperti yang dilakukan oleh sebagian orang malas, bodoh dan penuntut ilmu yang masih awam. Mereka menulis shad lam mim ( صلعم ) sebagai ganti dari shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Pada kitab yang sama halaman 188-189 disebutkan, “ nampaknya singkatan ini sudah ada sekitar tahun 900 Hijriyah. Telah diterangkan pada kitab syarh Alfiyyah Al-Iraqi Fi Musthalah Al-Hadits, yaitu pada ucapan An-Nazhim:

وَاجتـَنِبِ الرَمزَ لها وَالحَذ َ فا

“Dan jauhilah kode (singkatan) untuk (shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘aklaihi wasallam) atau menghapusnya”.

Maksudnya, jauhilah singkatan shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau menghapus salahsatu hurufnya. Akan tetapi tunaikanlah (shalawat) dengan ucapan dan tulisan. Kemudian pensyarah kitab tersebut, Syaikh Zakariya Al-Anshari menyebutkan, bahwasanya syaikh An-Nawawi telah menukil ijma’ dari para ulama akan sunnahnya bershalawat kepada nabi baik secara lisan maupun tulisan. Jadi bukan termasuk sunnah menyingkat lafazh shalawat dengan beberapa huruf tertentu”.

Syaikh Bakar melanjutkan, “ Kemudian syaikh Al-Anshari menyebutkan, bahwa orang yang pertamakali menyingkat shalawat dengan huruf shad lam mim ( صلعم ) dipotong tangannya, Wal ‘iyaazu billaah. Sementara itu syaikh Al-Anshari wafat pada abad ke-10 hijriyah (yakni tahun 926 Hijriyah).

Maka itu, jalan keselamatan dan kecintaan yang berpahala dalam menghormati dan memuliakan Nbai umat ini adalah dengan bershalawat dan mengucapkan salam ketika nama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam disebut, sebagai bentuk pelaksanaan terhadap perintah Allah Subhaana Wa Ta’ala dan petunjuk nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, seluruh bentuk lafazh dank ode untuk menyingkat shalawat dan salam kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah terlarang.

Maka kesimpulannya , hendaklah kita menjauhkan dari penulisan singkatan-singkatan untuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam apalagi untuk lafazh-lafazh yang dikhususkan untuk Allah Azza Wa Jalla. Karena menulis dan melafazhkan itu lebih baik bagi kita dan lebih utama. Dan janganlah kita bermalas-malasan untuk bershalawat dalam bentuk tulisan dan lisan agar tidak termasuk orang yang bakhil lagi kikir. Termasuk juga bermalas-malasan dalam menulis lafazh “assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh” seperti yang sering kita lakukan selama ini. Karena penyingkatan lafazh salam menjadi “ass” artinya adalah pantat dalam bahasa inggris. Ini adalah sebuah penghinaan bagi kaum muslimin yang menerima singkatan ini.
Wallaahu a’lam…


(disarikan dari artikel “Menyingkat lafazh Shalawat” oleh Abu Musa Al-Atsari dalam Majalah Adz-Dzakhiirah no.6 edisi 48-1430 H)



Selanjutnya....

Senin, 03 Mei 2010

Cara Rasulullah Menyampaikan Khutbah



1. Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadapkan wajahnya kepada jam’ah kemudian member salam.
Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu berkata, “ Apabila Rasulullah memasuki masjid pada hari jum’at, beliau member salam kepada orang-orang yang sedang duduk dekat dengan mimbar. Dan apabila beliau naik ke mimbar beliau menghadapkan wajahnya kepada mereka lalu member salam”. (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath no.6673)
Jalan lain dari hadits yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (2/114):
Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam naik keatas mimbar beliau menghadapkan wajahnya kepada manusia lalu beliau mengucapkan, “ Assalaamu’alaikum”.


2. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak tergesa-dalam dan teratur dalam khutbahnya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak memperbanyak kata dalam khutbahnya dan tidak menyambung antara pembicaraan yang satu dengan yang lain secara langsung. Beliau juga tidak berbicara dengan tergesa-gesa dalam khutbahnya. Sebaliknya, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperlambat perkataannya. Cara berbicara seperti ini membuat jama’ah yang hadir dapat mendengarkan khutbah dengan baik dan memudahkan mereka memahami kandungannya.
Aisyah Radhiallahu ‘Anhu berkata tentang itu,: “ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak tergesa-gesa menyambung satu pembicaraan dengan pembicaraan lain seperti tergesa-gesanya kalian. Akan tetapi beliau berbicara dengan perkataan yang jelas, yang mudah ditangkap dan diingat ileh orang yang duduk bersama (menghadap) beliau”. (HR. Bukhari no.3568 dan Muslim no.2493)
Didalam riwayat Abu Dawud, ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhu menuturkan’, …setiap orang yang mendengarnya akan memahaminya”. (HR Abu Dawud no. 4839)
Dan dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu ia berkata , “Dalam khutbahnya ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (terdengar ) teratur dan tidak tergesa-gesa”. (HR. Abu Dawud no. 4838)
3. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjiwai khutbahnya
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila berkhutbah, matanya tampak memerah, tekanan suaranya tinggi dan semangatnya memuncak. Beliau bagaikan seorang panglima perang yang sedang memberi peringatan kepada pasukannya.
Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir bin Abdillah Radhioallahu ‘Anhu ia berkata, “Apabila Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya meninggi dan semangatnya memuncak. Beliau bagaikan panglima perang yang sedang mengingatkan pasukannya. “Musuh menyerang kalian pada pagi dan sore hari….!!!”. (HR. Muslim no.867)
Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa para khatib dianjurkan untuk bersungguh-sungguh ketika berkhutbah, meninggikan suaranya, menegaskan perkataannya dan hendaklah penyampaiannya sesuai dengan tema targhib / anjuran dan tarhib / ancaman yang sedang diangkat. Mungkin semangat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memuncak ketika mengingatkan sesuatu urusan yang sangat penting atau perkara besar”. (Al-Minhaaj,6/155)



(Sumber : Petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Khutbah Jum’at,Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir,Pustaka Imam Syafi’I,47,2009)


Selanjutnya....

Sabtu, 01 Mei 2010

Meningkatkan Rangking Alexa (Alexa Rank)


Tips menigkatkan rangking di alexa:
1. Daftar Blog ke Search Engine Terutama Google, Yahoo dan MSN. Ini dilakukan agar blog kita cepat terindek di mesin pencari terutama yang sudah terkenel dan besar seperti Google, Yahoo, MSN dll, baru setelah itu ke search engine lainnya., lihat postingan Saung web tentang , Submit Blog ke Search Engine


2. Daftar Blog ke Technorati
Technorati merupakan salah satu direktori blog yang sudah terkenal, bia juga berfungsi sebagai blogsearch, tags aggregator, online bookmarks, juga bisa mengetahui blog mana saja yg memasang link blog kita

3. Daftar Dan Aktif Di Blog Catalog
Daftar dan aktif di Blog Catalog, atau blog direktori lainnya agar makin banyak link dari blog lain , katanya dg ini google akan semakin menganggap blog itu berbobot.

4. Blogwalking
Ini adalah cara manual yg paling ampuh, setiap blogger pasti melakukannya termasuk kedalam ini adalah kunjung mengunjung, , berkomentar dan membalas komentar apalagi jika berkomentar di Blog Dofollow, seperti blog ini.

5. Cari Backlink
Cari backlink sebanyak-banyaknya dan berkualitas sebaiknya sih sesuai kategori blog, karena google menilai berdasarkan kuantitas dan kualitas link, tapi akhirnya mana saja yang mau bertukar link.. saya terima. Atau kalau mau dapat backlink sekaligus dapat uang klik disini atau disini

6. Pasang Widget Alexa Rank
Contoh widgetnya seperti dibawah blog ini, sedangkan cara pasangnya saya baca tentang
Cara Pasang Widget Alexa Rank Di Blog .

7. Menginstal Alexa toolbar pada browser
Menginstal Toolbar Alexa pada browser katanya akan bisa meningkatkan ranking blog/website kita, karena akan terjadi penambahan ranking point dari tante Alexa , yang ini baru kemarin saya lakukan .. hehe.. masih perlu dibuktikan. Silahkan lihat Cara Pasang Alexa Toolbar Dan Alexa Widget jika sobat ingin memasangnya.

8. Bookmark Blog Sebagai Homepage Browser
Bookmark blog sebagai homepage di komputer yang sering digunakan untuk browsing ini juga baru kemarin saya lakukan di komputer rumah sebenarnya sih ini bisa juga dikantor, diwarnet atau dimana saja, makin banyak tentu semakin baik.

9. Update Blog 2 hari sekali
Pokoknya bikin postingan 2 hari sekali , lihat saja postingan blog ini baru 12 artikel, pokoknya ada kegiatan posting tanpa melihat itu bermutu atau tidak seperti postingan tentang tante Alexa ini. Jangan takut dikatakan tak bermutu , lagian penilaian itu kan subyektif, katak kita bermutu kata yang lain tidak , begitu juga sebaliknya .

10. Promosi Gratis
Setiap habis posting besoknya promosi artikel tsb , kenapa besoknya, hal ini agar postingan kita terindek dulu oleh mesin pencari seperti Google, kalau langsung di promosikan begitu selesai posting,, nanti yang lebih dulu terindek yang di web promosi itu,, apalagi kalau web iklan itu PR nya lebih tinggi… akhirnya nanti di kira kita yang jiplak atau copy paste dari sana. Kan logikanya gini blog baru itu lambat nyampe ke googlenya sedangkan yang sudah punya PR pastinya cepat.. Misalnya kalau promosi artikel di Saung Bisnisku sebagai iklan baris gratis PR 3 itu dalam hitungan menit sudah terindek di google ,, kalau gak percaya coba deh...

11. Submit Artikel ke situs Social Bookmark
Social Bookmark adalah tempat pasang tautan agar dapat link masuk searah ke blog / web kita. Social bookmarking termasuk salah satu cara menyimpan, mengorganisir, mencari, dan mengelola bookmark halaman blog di Internet. Situs2 Social Bookmark bisa dilihat disini.

12. Tulis artikel Tentang Alexa
Tulis artikel tentang Alexa misalnya seperti yang sedang sobat baca tentang Cara Meningkatkan Alexa Rank ini dan ajak para pembaca untuk men-download Alexa Toolbar. Jangan lupa saat membuat artikel tentang Alexa, selalu gunakan label atau kategori dengan keyword : Alexa, Alexa rank, Alexa traffic rank, Rangking Alexa, dsb.

13. Melakukan Ping
Lakukan ping secara berkala , saya baru lakukan ini dua kali , ping ini untuk merefresh blog kita di data base mesin pencari, bisa baca disini jika ingin melakukan Ping.

14. Berdo'a



Selanjutnya....

Jumat, 30 April 2010

Khutbah Nikah

Khutbah nikah sebelum akad berlangsung hukumnya sunnah alias tidak wajib. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menikahkan dua orang tanpa didahului dengan khutbah nikah. Dalilnya adalah hadits Sahl bin Sa’ad yang lafaz akhirnya sebagai berikut:
Beliau bersabda: “ Pergilah (bawalah perempuan ini), karena sesungguhnya aku telah kawinkan engkau dengan perempuan ini dengan (mahar) apa yang ada padamu (yang engkau hapal) dari Al-Qur’an. (HR. Bukhari no.5126 dan Muslim no.1425).
Berdasarkan hadits diatas maka

janganlah kita jadikan suatu amalan yang sunnah menjadi wajib. Karena jika kita menjadikannya hal yang wajib sebelum akad nikah sama saja kita membuat syari’at baru atau menambah-nambahkan atau merubah syariat yang telah datang dari Allah melalui perantara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Adapun yang membacakan khutbah nikah sebelum akad nikah adalah si peminang atau calon mempelai pria jika memungkinkan. Ini yang lebih disukai atau disunnahkan.
Sedangkan khutbah nikah yang dimaksud ialah khutbah haajah . Silahkan lihat tulisan dalam blog ini mengenai khutbah haajah. Kemudian setelah membaca khutbah haajah ini apabila ingin ditambah dengan beberapa perkataan yang ringan dan singkat yang berkaitan dengan pernikahan tidaklah mengapa.
Sebagai contoh pelaksanaan khutbah nikah ini, kami berikan kepada pengunjung video yang dapat Anda download disini:

Video Khutbah Nikah oleh Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat

(sumber dari buku “Pernikahan dan hadiah Untuk Pengantin, Abdul Hakim bin Amir Abdat)



Selanjutnya....

Kamis, 29 April 2010

Video Khutbah Jum'at


Sebagaimana telah kita ketahui bahwa khutbah jum'at adalah bagian
dari ibadah. Dan suatu ibadah agar dapat diterima harus sesuai
dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih.
Maka bagi para khati jum'at hendaknya memperhatikan rukun-rukun
khutbah
dan mempelajari bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wasallam ketika berkhutbah dihadapan para sahabatnya Radhiallahu
'anhum. Mulai dari

suaranya, pandangan matanya, bacaan-bacaannya, sikapnya ketika
berdoa di mimbar dan sebagainya
Mungkin sebagian anda ada yang menginginkan contoh bagaimana
khutbah jum'at yang sesuai dengan sunnah. Disini kami menampilkan
2 buah video tapi masih dalam tema yang sama yang bertema tentang
"madrasah orientalis".
Semoga video ini bermanfaat bagi anda.
Jika anda menginginkan videonya silahkan klik disini:

Madrasah Orientalis.1
Madrasah Orientalis.2


Selanjutnya....

Template by:
Free Blog Templates